Perkembangan Asam & Basa
Posted: Selasa, 23 Oktober 2012 by Unknown in
0
Perkembangan
Konsep Asam Dan Basa
Perkembangan konsep dan basa
Kimia
asam basa menjadi inti kimia sejak dari zaman kuno sampai zaman modern kini,
dan memang sebagian besar kimia yang dilakukan di laboratorium di zaman dulu
adalah kimia asam basa. Ketika kimia mulai menguat di bidang studi teoritisnya
di akhir abad ke-19, topik pertama yang ditangani adalah kimia asam basa.
Akibat dari serangan teoritis ini, kimia menjadi studi yang sangat kuantitatif.
Jadi, bab ini sangat kuantitatif dibanding bab lain. Dalam bab, konsep penting
seperti konsentrasi ion hidrogen, konstanta ionisasi, hidrolisis, kurva
titrasi, larutan buffer, dan indikator akan didiskusikan. Konsep ini sangat
mendasar dalam kimia, dan sukar bagi Anda mempelajari kimia kimia tanpa konsep
ini.Di zaman modern, peningkatan populasi dan dengan perlahan naiknya standar
mengakibatkan kebutuhan berbagai bahan juga meningkat. Misalnya, sabun, awalnya
merupakan barang mewah dan mahal, kini menjadi tersedia luas. Akibatnya,
kebutuhan natrium karbonat, bahan baku sapun, emingkat dengan tajam. Kebutuhan
pakaian juga meningkat, yang menyebabkan peningkatan berbagai bahan kimia untuk
pewarna dan sejenisnya. Untuk memenuhi kebutuhan ini, kini menghasilkan
sejumlah cukup asam dan basa bukan masalah yang sederhana. Inilah awal
munculnya industri kimia.Di pertengahan abad ke-17, kimiawan Jerman Johann
Rudolf Glauber (1604-1670), yang tinggal di Belanda, menghasilkan dan menjual
tidak hanya berbagai asam dan basa, tetapi juga banyak alat kimia. Dalam hal
ini ia dapat disebut insinyur kimia pertama. Ia juga menjual natrium sulfat
sebagai obat mujarab dan mendapat keuntungan besar dari usaha ini.Awalnya ada
kebingungan tentang sifat dasar asam. Oksigen awalnya dianggap sebagai komponen
penting asam. Bahkan nama “oksigen” berasal dari bahasa Yunani, yang berarti
“membuat sesuatu masam”. Di pertengahan abad ke-19, Davy menemukan bahwa
hidrogen khlorida (larutan dalam airnya adalah asam hidrokhlorida) tidak
mengandung oksigen, dan dengan demikian membantah teori bahwa oksigen adalah
komponen penting dalam asam. Ia, sebagai gantinya, mengusulkan bahwa hidrogen
adalah komponen penting asam.Sifat asam pertama diketahui dengan kuantitatof
pada akhir abad ke-19. Di tahun 1884, kimiawan Swedia Svante August Arrhenius
(1859-1927) mengusulkan teori disosiasi elektrolityang menyatakan bahwa elektrolit
semacam asam, basa dan garam terdisosiasi menjadi ion-ion komponennya dalam
air. Ia lebih lanjut menyatakan bahwa beberapa elektrolit terdisosiasi sempurna
(elektrolit kuat) tetapi beberapa hanya terdisosiasi sebagian (elektrolit
lemah). Teori asam basa berkembang dengan cepat belandaskan teori ini.
Asam-Basa
Asam dan Basa merupakan dua golongan
zat kimia yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Berkaitan dengan
sifat asam Basa, larutan dikelompokkan dalam tiga golongan, yaitu bersifat asam,
bersifat basa, dan bersifat netral. Asam dan Basa memiliki sifat-sifat yang
berbeda, sehingga dapat kita bisa menentukan sifat suatu larutan. Untuk
menentukan suatu larutan bersifat asam atau basa, ada beberapa cara. Yang
pertama menggunakan indikator warna, yang akan menunjukkan sifat suatu larutan
dengan perubahan warna yang terjadi. Misalnya Lakmus, akan berwarna merah dalam
larutan yang bersifat asam dan akan berwarna biru dalam larutan yang bersifat
basa. Sifat asam basa suatu larutan juga dapat ditentukan dengan mengukur
pH-nya. pHmerupakan suatu parameter yang digunakan untuk menyatakan tingkat
keasaman larutan. Larutan asam memiliki pH kurang dari 7, larutan basa memiliki
pH lebih dari 7, sedangkan larutan netral memiliki pH=7. pH suatu larutan dapat
ditentukan dengan indikator pH atau dengan pH meter.